Assalamualaikum wr wb, rekan rekanita di seluruh penjuru negeri.
syukur alhamdulillah marilah kita haturkan kepada Allah swt., yang telah memberikan nikmat sehat, nikmat iman serta ketaqwaan sehingga pada hari Rabu, 21 April 2021 kita dapat ngaos, ngaji sareng sareng kitab Wasiyatul Musthofa yang diadakan oleh PR. ipnu ippnu Pekajangan, Kec. Kedungwuni, Kab. Pekalongan.
shalawat serta salam marilah kita curahkan kepada baginda kita, nabi Agung Muhammad Saw., semoga kita semua mendapatkan syafaatul udzma kelak fii yaumil akhir. aamiin yarobbal aalamiin.
pembahasan kali ini mengerucut kepada pertanyaan "Bagaimana sih ketika Allah sudah marah sama kita? apa yg dilakukan Allah swt, ketika sudah marah besar kepada kita?.
langsung saja kita simak bareng-bareng penjelasan yang tertuang dalam kitab Wasiyatul Musthofa (kitab yang berisikan wasiyat Nabi Muhammad Saw kepada Sahabat Ali karromallahu wajhah).
Oleh : Rekan Hafidz
Bismillahirrohmanirrohim, qolal musonnifu rohimahullahutaala wanafa'ana bihi wabi ulumihi fiddaroin. Aamiin..
ياعلى : إذا غضب الله على أحد رزقه مالا حراما فإذا اشتد غضبه عليه وكل به الشيطانا يبارك له فيه ويصحبه ويشغله بالدنيا عن الدين ويسهل له أمور دنياه ويقول ألله غفور رحيم
Wahai 'ali : apabila Allah murka kepada seorang hambanya, maka Allah akan memberikan rizki kepada orang tersebut, (berupa) harta yang haram, maka apabila Allah telah sangat murka kepada seorang hambanya, maka Allah akan mengutus syetan kepada orang tersebut, untuk memberikan keberkahan didalam harta yang haram bagi orang tersebut, dan menjadikan syetan sebagai teman orang tersebut, dan syetan akan menyibukan orang tersebut dengan urusan dunia (agar) jauh dari urusan agama dan syetan akan mempermudah orang tersebut terhadap urusan dunianya, dan syetan berkata : "Allah Maha pengampun, Maha penyayang.”
Allah berfirman:
• Setiap orang yang berjalan kaki untuk mencari harta haram maka syetanlah yang menjadi temannya
• Setiap orang yang berkendaraan untuk mencari harta haram, maka syetanlah yang menjadi boncengannya
• Setiap orang yang lupa untuk menyebut nama Allah ketika melakukan hubungan intim, maka Syetanlah yang menjadi yang menyertai putranya.
Demikianlah firman Allah – Syetan akan menyertai harta dan anak mereka.
Wahai Ali: “Allah tidak akan menerima shalat tanpa wudlu, dan Shadaqah dari barang haram”
Wahai Ali: “Kualitas agama seorang mu’min senantiasa bertambah selama dia tidak mengonsumsi barang haram, dan orang yang menjauhi Ulama maka akan mati hatinya, dan ia buta akan keta’atan pada Allah”.
Wallahu a'lam Bissowab.
penjelasan lanjutan menyusul insyaAllah, karena mimin capek mengetik. hehe
walaupun sedikit, semoga bermanfaat, Wassalamualaikum wr wb.
No comments:
Post a Comment