Wednesday, 21 April 2021

Apa Yang Akan Dilakukan Allah Ketika Sudah Marah Kepada Hambanya?.|Ngaos Kitab Wasiyatul Mustofa-Sareng Rekan Hafidz.


Assalamualaikum wr wb, rekan rekanita di seluruh penjuru negeri.
syukur alhamdulillah marilah kita haturkan kepada Allah swt., yang telah memberikan nikmat sehat, nikmat iman serta ketaqwaan sehingga pada hari Rabu, 21 April 2021 kita dapat ngaos, ngaji sareng sareng kitab Wasiyatul Musthofa yang diadakan oleh PR. ipnu ippnu Pekajangan, Kec. Kedungwuni, Kab. Pekalongan.
shalawat serta salam marilah kita curahkan kepada baginda kita, nabi Agung Muhammad Saw., semoga kita semua mendapatkan syafaatul udzma kelak fii yaumil akhir. aamiin yarobbal aalamiin.

pembahasan kali ini mengerucut kepada pertanyaan "Bagaimana sih ketika Allah sudah marah sama kita? apa yg dilakukan Allah swt, ketika sudah marah besar kepada kita?.
langsung saja kita simak bareng-bareng penjelasan yang tertuang dalam kitab Wasiyatul Musthofa (kitab yang berisikan wasiyat Nabi Muhammad Saw kepada Sahabat Ali karromallahu wajhah).

Oleh : Rekan Hafidz

Bismillahirrohmanirrohim, qolal musonnifu rohimahullahutaala wanafa'ana bihi wabi ulumihi fiddaroin. Aamiin..

ياعلى إذا غضب الله على أحد رزقه مالا حراما فإذا اشتد غضبه عليه وكل به الشيطانا يبارك له فيه ويصحبه ويشغله بالدنيا عن الدين ويسهل له أمور دنياه ويقول ألله غفور رحيم
Wahai 'ali : apabila Allah murka kepada seorang hambanya, maka Allah akan memberikan rizki kepada orang tersebut, (berupa) harta yang haram, maka apabila Allah telah sangat murka kepada seorang hambanya, maka Allah akan mengutus syetan kepada orang tersebut, untuk memberikan keberkahan didalam harta yang haram bagi orang tersebut, dan menjadikan syetan sebagai teman orang tersebut, dan syetan akan menyibukan orang tersebut dengan urusan dunia (agar) jauh dari urusan agama dan syetan akan mempermudah orang tersebut terhadap urusan dunianya, dan syetan berkata : "Allah Maha pengampun, Maha penyayang.”

Allah berfirman:

• Setiap orang yang berjalan kaki untuk mencari harta haram maka syetanlah yang menjadi temannya
• Setiap orang yang berkendaraan untuk mencari harta haram, maka syetanlah yang menjadi boncengannya
• Setiap orang yang lupa untuk menyebut nama Allah ketika melakukan hubungan intim, maka Syetanlah yang menjadi yang menyertai putranya.
Demikianlah firman Allah – Syetan akan menyertai harta dan anak mereka.

Wahai Ali: “Allah tidak akan menerima shalat tanpa wudlu, dan Shadaqah dari barang haram”

Wahai Ali: “Kualitas agama seorang mu’min senantiasa bertambah selama dia tidak mengonsumsi barang haram, dan orang yang menjauhi Ulama maka akan mati hatinya, dan ia buta akan keta’atan pada Allah”.

Wallahu a'lam Bissowab.

penjelasan lanjutan menyusul insyaAllah, karena mimin capek mengetik. hehe

walaupun sedikit, semoga bermanfaat, Wassalamualaikum wr wb.

Monday, 19 April 2021

Ngaos Pasaran sareng Rekan Hafidz, Kitab Wasiyatul Mustofa, "Dampak memakan makanan Haram, halal dan Syubhat".


Assalamualaikum wr wb.
hamdan wasyukron lillah, wassolatu wassalamu ala rosulillah, amma ba'd.

rekan rekanita di seluruh pelosok negri tercinta, kali ini mimin sedikit memaparkan tentang kajian kitab wasiyatul mustofa, karya syekh Abdul wahab As sya'roni yang alhamdulillah pada hari ahad kemaren, tanggal 18 April 2021 telah terlaksana kajian kitab tersebut oleh rekan kita, Muhammad Hafidzudin (ketua ipnu ranting pekajangan, kec. kedungwuni ; kab. pekalongan periode 2019-2021).

Bismillahirrohmanirrohim, qolal musonnifu rohimahullahu ta'ala wanafa'ana bihi wabi ulumihi fiddaroin, aamiin ya robbal aalamiin.

الْحَمْدُ للهِ رَبَّ الْعَالَمِيْنَ والصلاة والسلام على سيدنامحمد وعلى اله وصحبه اجمعين

absahan jawa : utawi sekabehane puji, iku tetep kagungane gusti Allah, kang mengerani wong alam kabeh. utawi tambahe rohmat lan keslametan, iku tetep ing atase gusti kita, kanjeng nabi Muhammad saw., lan keluargane kanjeng nabi, lan sohabate kanjeng nabi. hiyo sekabehane.

Bahasa Indonesia : Segala puji bagi Allah,Tuhan seluruh alam semesta, sholawat dan salam semoga terlimpahkan atas penghulu kita yakni nabi Muhammad saw , dan semoga Allah memberikan keselamatan atas keluarga dan sahabatnya nabi muhammad saw

وبعد  فهذه وصية المصطفى عليه الصلاة والسلام لعلي بن أبى طالب كرم الله وجهه  قال : دعانى رسول الله صلى الله عليه وسلم  فخلوت معه فى منزله فقال لى

Absahan jawa : lan ing dalem sak wise (maos basmalah tekan solawat wau), mongko utawi iki kang hadir ing dalem wasiyate kanjeng nabi, kang den pilih (nabi Muhammad Saw), maring sohabat ali karromallahu wajhah (mugi2 mulya'ake sopo Allah, ing wajahe sohabat ali).
ngendiko sopo ali : ngundang ingsun sopo Rosulullah saw., mongko persepen ingsun sertane kanjeng nabi ing dalem griyone kanjeng nabi, mongko dawuh sopo kanjeng nabi maring ingsun.

Bahasa Indonesia : Dan setelah (pengarang kitab membaca Basmalah,memuji kepada Allah dam bersholawat kepada nabi Muhammad saw) maka ini adalah sebuah kitab,yaitu (berisi tentang) wasiat dari Al-Mushtofa (dari nabi yang dipilih) 'alaihish_sholaatu wassalamu untuk sayyidina 'ali anak laki-laki nya Abu tholib semoga Allah memuliakan wajahnya sayyidina 'ali, sayyidina 'ali telah berkata : Rosulullah saw memanggilku , maka (kemudian) aku mengasingkan diri bersama Rosulullah didalam rumahnya rosulullah, maka Rosullah berkata kepadaku :

يا علي : انت منى بمنزلة هارون من موسى عليه السلام غير انه لانبي بعدى . إنى أوصيك اليوم بوصية إن انت حفظتها عشت حميدا ومت شهيدا وبعثك الله يوم القيامة فقيها عالما
Absahan jawa : hey ali, ...... (lanjut besok uploadnya, mimin kesel ngetik, wkwk).

wahai 'ali : kamu (itu) adalah umatku dengan sebuah kedudukan (seperti) nabi Harun dari nabi Musa, hanya saja (perbedaan nya) sesungguhnya tidak ada nabi (lagi) sesudah aku, Sesungguhnya aku(kata nabi) berwasiat kepadamu (sayyidina 'ali) , kalau kamu bisa menjaga wasiat (dari)ku, maka kamu (akan) hidup (dalam keadaan) terpuji dan kamu (akan) mati (dalam keadaan) syahid dan Allah swt akan membangkitkanmu (dari dalam kubur) pada hari kiamat sebagai seorang ahli fiqih yang 'alim.
ياعلى : من أكل الحلال صفا دينه ورق قلبه ولم يكن لدعوته حجاب
wahai 'ali : barang siapa yang memakan makanan yang halal,maka agama orang tersebut menjadi bersih, dan hati orang tersebut menjadi lunak (sehingga mudah untuk menerima nasehat), dan tidak ada sesuatu yang dapat menghalangi doa orang tersebut (sehingga doanya akan cepat terkabul)
ياعلى : من أكل الشبهات إشتبه عليه دينه وأظلم قلبه ، و من أكل الحرام مات قلبه وخف دينه وضعف يقينه وحجب الله دعوته وقلت عبادته
Wahai 'ali, barang siapa yang memakan makanan yang syubhat, maka agama orang tersebut menjadi tidak jelas, dan hati orang tersebut menjadi gelap/hitam , dan barang siapa yg memakan makanan yang haram, maka hati orang tersebut menjadi mati , dan agama orang tersebut menjadi enteng , dan keyakinan orang tersebut menjadi lemah, dan Allah menghalangi doa orang tersebut , dan ibadah orang tersebut.

wallahu a'lam bissowab.

semoga bermanfaat, Wassalamu'alaikum wr wb.

Ngaos Pasaran, Kitab Arba'in Nawawi Bab NIAT Sareng Gus Rofi.


Ngaos Pasaran, kajian kitab Arba'in Nawawi, tentang niat.

sareng Gus Rofi, saking Pekajangan Gg. 13, Kec. Kedungwuni ; Kab. Pekalongan.

Assalamualaikum wr wb, qolal musonnifu rohimahullahutaala wanafa'ana bihi wabi ulumihi fiddaroin. aamiin

bismillahirrohmanirrohim.


عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى . فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ .

[رواه إماما المحدثين أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بردزبة البخاري وابو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري في صحيحيهما اللذين هما أصح الكتب المصنفة]

Arti Hadits / ترجمة الحديث :

Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya setiap  perbuatan tergantung niatnya.  Dan  sesungguhnya  setiap  orang  (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.

(Riwayat dua imam hadits, Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhori dan Abu Al Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naishaburi dan kedua kitab Shahihnya yang merupakan kitab yang paling shahih yang pernah dikarang) .

Catatan :

Hadits ini merupakan salah satu dari hadits-hadits yang menjadi inti ajaran Islam. Imam Ahmad dan Imam syafi’i berkata : Dalam hadits tentang niat ini mencakup sepertiga ilmu. Sebabnya adalah bahwa perbuatan hamba terclassi dari perbuatan hati, lisan dan anggota badan, sedangkan niat merupakan salah satu dari ketiganya. classiwayatkan dari Imam Syafi’i bahwa dia berkata : Hadits ini mencakup tujuh puluh bab dalam fiqh. Sejumlah ulama bahkan ada yang berkata : Hadits ini merupakan sepertiga Islam.

Hadits ini ada sebabnya, yaitu: ada seseorang yang hijrah dari Mekkah ke Madinah dengan tujuan untuk dapat menikahi seorang wanita yang konon bernama : “Ummu Qais” bukan untuk mendapatkan keutamaan hijrah. Maka orang itu kemudian dikenal dengan sebutan “Muhajir Ummi Qais” (Orang yang hijrah karena Ummu Qais).

Pelajaran yang terdapat dalam Hadits / الفوائد من الحديث :

1. Niat merupakan syarat layak/diterima atau tidaknya amal perbuatan, dan amal ibadah tidak akan mendatangkan pahala kecuali berdasarkan niat (karena Allah ta’ala).
2. Waktu pelaksanaan niat dilakukan pada awal ibadah dan tempatnya di hati.
3. Ikhlas dan membebaskan niat semata-mata karena Allah ta’ala dituntut pada semua amal shalih dan ibadah.
4. Seorang mu’min akan diberi ganjaran pahala berdasarkan kadar niatnya.
5. Semua perbuatan yang bermanfaat dan mubah (boleh) jika diiringi niat karena mencari keridhoan Allah maka dia akan bernilai ibadah.
6. Yang membedakan antara ibadah dan adat (kebiasaan/rutinitas) adalah niat.
7. Hadits di atas menunjukkan bahwa niat merupakan bagian dari iman karena dia merupakan pekerjaan hati, dan iman menurut pemahaman Ahli Sunnah Wal Jamaah adalah membenarkan dalam hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan perbuatan.


semoga bermanfaat, wassalamualaikum wr wb.

Apa Yang Akan Dilakukan Allah Ketika Sudah Marah Kepada Hambanya?.|Ngaos Kitab Wasiyatul Mustofa-Sareng Rekan Hafidz.

Assalamualaikum wr wb, rekan rekanita di seluruh penjuru negeri. syukur alhamdulillah marilah kita haturkan kepada Allah swt., y...